oleh
Yudo Kristanto
Pernahkah
kita menonton salah satu cabang dari atletik, yaitu lomba lari halang rintang.
Ketika seorang pelari tersebut sedang berlomba, dia tidak memikirkan berapa
tinggi dan berapa jumlah halang rintang yang akan dilaluinya. Atau dia tidak
akan menoleh ke belakang jika seandainya ada sebuah halang rintang yang dia
jatuhkan, satu hal yang akan dilakukan adalah dia akan terus berlari kepada
satu tujuan, yaitu garis finish.
Paulus
di dalam surat Filipi 3:1-16 menasihatkan tentang beberapa hal. Pertama, supaya
jemaat Filipi berhati-hati terhadap orang-orang yang akan mengacaukan dan
menyesatkan jemaat lewat kebenaran palsu yang disampaikan. Paulus menggambarkan
para pengacau jemaat ini dengan gambaran yang cukup keras yaitu, anjing-anjing,
pekerja yang jahat, dan juga penyunat palsu. Oleh karena itu pada perikop
sebelumnya Paulus juga mengingatkan supaya jemaat di Filipi untuk tetap bersatu
(Fil. 2:1-11) dan tetap mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar (Fil.
2:12-18). Kedua, supaya jemaat tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah (ay.
3), seperti yang dahulu Paulus pernah lakukan. Namun ketika Paulus bertemu
dengan Kristus semua itu dianggap sebagai sampah. Kerinduan Paulus adalah
jemaat di Filipi hidup dalam kebenaran sejati sama seperti Paulus untuk hidup
dalam pengenalan akan Kristus, melupakan apa yang menjadi kebanggaan di masa
lalu, dan terus berlari kepada tujuan yaitu panggilan Sorgawi.
Kebanggaan
di masa lalu seringkali membuat kita terlena. Kegagalan, hambatan, dan
tantangan seringkali membuat kita putus asa dalam mengerjakan panggilan kita.
Jangan jadikan itu semua sebagai penghambat, namun pandanglah kepada panggilan
yang Kristus berikan dan teruslah berlari dalam mengerjakan pelayanan yang
telah Kristus percayakan.

Komentar
Posting Komentar