Doa:
Visi dan Misi Perkantas
oleh
Candra Putra Adi Ananta., S.Th
Kehadiran
Perkantas di Indonesia
Kehadiran
Perkantas di Indonesia tidak terlepas dari peran tiga orang mahasiswa pada
pertengahan tahun 1960-an, yang mempunyai visi membangun pelayanan mahasiswa di
Indonesia. Mereka adalah Jonathan Parapak, Soen Siregar, dan Jimmy Kuswadi,
yang mengenal Tuhan dan mengalami pembinaan mahasiswa sewaktu masih di
Australia. Sejak awal berdirinya, gerakan Perkantas berfokus pada
kelompok-kelompok doa dan kelompok Pemahaman Alkitab, yang mengarah pada
gerakan pemuridan di kalangan mahasiswa. Sejak awal pergerakannya, Perkantas
menitikberatkan gerakan doa dan pembelajaran firman Tuhan yang bertujuan
menolong mahasiswa bertumbuh makin serupa Kristus.
Doa
dalam Mewujudkan Visi dan Misi Perkantas Di dalam mengerjakan dan mewujudkan
visi dan misinya, Perkantas memiliki beberapa karakteristik yang terus dijaga
keunikannya. Salah satu karakteristik Perkantas yang penting adalah bahwa
Perkantas merupakan pelayanan yang berdasarkan pada Firman dan Doa. Ini
berarti, pelayanan Firman dan Doa adalah hal mendasar yang harus dihidupi dalam
mewujudkan serta mengerjakan Visi dan Misi Perkantas. Pertanyaannya kemudian;
sejauh mana atau sedalam apa seluruh organ elemen dari Perkantas menghidupi
kehidupan doa dalam mengerjakan Visi dan Misi Perkantas saat ini? Perkantas
adalah lembaga yang terpanggil untuk membangun kehidupan siswa dan mahasiswa
menjadi serupa dengan Kristus, yang pada gilirannya mampu berkontribusi bagi
pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Mengutip pernyataan C.H Spurgeon
"a prayerful church is a powerful church". Sebuah pelayanan yang kuat
tidak bisa terlepas dari kehidupan yang dipenuhi oleh doa, baik secara
organisasi maupun orang-orang yang terlibat di dalam pergerakan pelayanan
tersebut. Maka jika kita merindukan Perkantas semakin kuat dan berdampak, kita
semua yang berperan dan terlibat dalam pelayanan Perkantas harus terus menjaga
dan meningkatkan kehidupan doa kita dalam mengerjakan Visi dan Misi Perkantas.
Kenapa
Harus Terus Berdoa?
Doa
adalah kekuatan dasar bagi setiap pelayanan. Tanpa doa, kita hanya akan
mengerjakan aktivitas saja. Kita perlu ingat dan terus menanamkan dalam hati
kita ketika menghidupi visi dan mengerjakan misi Perkantas adalah perkerjaan
Tuhan; agar Tuhan hadir dan bekerja dalam pelayanan ini, doa harus menjadi
sesuatu yang sangat fundamental dalam gerak hidup kita. Tidak mungkin
mengerjakan Visi dan Misi Perkantas, tanpa diiringi kehidupan doa dari setiap
pekerja dan komponennya, karena Perkantas bergerak terus dan terus bergerak
karena kesetiaannya melakukan kehendak Allah. Dalam usaha untuk mengetahui dan
melakukan kehendak Allah inilah, dibutuhkan kehidupan doa yang baik.
1
Samuel 23:2 mencatat, "Lalu bertanyalah Daud kepada TUHAN: "Apakah
aku akan pergi mengalahkan orang Filistin itu?" Jawab TUHAN kepada Daud:
"Pergilah, kalahkanlah orang Filistin itu dan selamatkanlah Kehila."
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Daud bersama orang-orangnya bertanya kepada
Tuhan dan kemudian tunduk kepada kehendak Tuhan yang dinyatakan, sehingga
akhirnya Daud memperoleh kemenangan. Dalam kaitannya dengan mengerjakan Visi
dan Misi Perkantas, petunjuk Tuhan sangatlah penting. Kita tidak boleh dan
tidak bisa melangkah diluar petunjuk dan pimpinanNya. Memperoleh petunjuk dan
pimpinan Tuhan jelas tidak bisa dilepaskan dari kehidupan doa dan Firman dari
setiap insan yang terlibat dalam kegerakan pelayanan Perkantas.
Penutup
Tuhanlah
yang berdaulat dalam setiap zaman. Karena itu, gerakan menyerahkan dan
menggumulkan pelayanan ini dalam doa sangat penting untuk mengerjakan dan
mewujudkan Visi dan Misi Perkantas. Perkantas terus hadir memberkati sekolah
dan kampus serta gereja karena Tuhan yang terus menyertai dan memimpin. Fokus
pelayanan Perkantas pada pemuridan yang bertujuan agar setiap anggota terus
bertumbuh semakin serupa dengan Kristus jelas membutuhkan ketekunan dan lutut
yang bertelut dalam doa-doa bagi setiap anggota Kelompok Tumbuh Bersama, karena
pertumbuhan rohani adalah pekerjaan Tuhan. Dengan bertumbuhnya pribadi-pribadi
yang dibina dalam pemuridan melalui Kelompok Tumbuh Bersama, hal tersebut tentu
akan bedampak bagi transformasi masyarakat, bahkan bangsa dan negara serta
dunia.
Mari
giat melayani, giat memuridkan, giat dalam Firman dan giat dalam berdoa agar
pelayanan kita disertai dan terus dalam pimpinan Tuhan. Saya akan menutup
tulisan saya dengan mengutip pernyataan Hudson Taylor yang menunjukan betapa
pentingnya doa dalam hidup dan pelayanan kita: "Do not work so hard for
Christ that you have no strength to pray, for prayer requires strength".
Kita harus bekerja keras dalam pelayanan, tetapi juga sangat bekerja keras
dalam doa-doa kita bagi diri kita dan ladang yang kita layani. (*Penulis
melayani Pelayanan Siswa Pare-Kediri)

Komentar
Posting Komentar