oleh
Candra Putra Ananta
Didiklah
orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak
akan menyimpang dari pada jalan itu.
(Amsal
22:6)
Mengapa
memuridkan siswa?
Dalam
Amsal 22:6 ini ada 2 kata yang penting,yang pertama yaitu: “Didiklah”, yang
dalam KJV menggunakan kata ”Train Up” yang bisa diartikan melakukan pekerjaan
mendidik ke arah yang lebih tinggi atau meningkat. Di dalam aplikasinya
sekarang, “Didiklah” bisa diartikan sebuah perintah bagi kita untuk melakukan
pekerjaan mendidik ke arah pertumbuhan yang lebih tinggi dan lebih baik.
Kata
yang kedua adalah “Orang muda” yang dalam NIV menggunakan frasa “a child”
yang berarti seorang anak. Seorang anak berarti manusia yang masih kecil yang
baru berumur enam tahun.[1],
dalam bahasa Ibrani dituliskan (nah'-ar) yang merupakan kata benda maskulin
tunggal yang berarti seorang anak laki-laki yang bisa berusia belasan
tahun. Selanjutnya ayat ini menggambarkan dampak didikan masa anak pada masa
tua anak tersebut dengan dituliskannya “maka pada masa tuanyapun ia tidak akan
menyimpang dari pada jalan itu”.
Pada
umumnya tafsiran ayat ini adalah apa yang dipelajari oleh seorang anak melekat
pada dia ketika dia telah besar.[2] Ayat
ini memberi kita gambaran betapa sangat pentingnya kita mendidik seorang anak,
karena apa yang diajarkan dan dididikan kepada seorang anak akan diikuti dan
dijalankan anak tersebut sampai pada masa tua anak tersebut, sehingga masa tua
sang anak tersebut tidak akan jauh dari apa yang diajarkannya ketika ia masih
seorang anak. Jadi jika sejak anak-anak sudah bertemu Kristus, kemudian dididik
kebenaran dan firman yang baik melalui pemuridan atau KTB, maka pada masa
tuanya tidak akan menyimpang dari jalan yang telah diajarkan kepadanya ketika
masih menjadi seorang anak ketika dibina dalam pemuridan atau KTB.
Manusia
itu belajar melalui mengikuti apa yang orang lain lakukan,[3] maka
di dalam pemuridan dan KTB para siswa tidak hanya mendapatkan materi pendalaman
kebenaran Firman Tuhan, tetapi juga langsung melihat contoh nyata perihal yang
dilakukan oleh kakak pembimbingnya dan ditemani bersama melakukan kebenaran
Firman yang telah dipelajari.
Pemuridan
dan Transformasi Bangsa
Usia
siswa adalah usia dimana ratio, reason, dan self consciousness bangkit,
dimana dalam masa ini terdapat energi dan kekuatan fisik yang luar biasa serta
tumbuh keinginan tahu dan keinginan coba-coba.[4] Dalam
masa seperti ini jika mereka tidak dibina dengan benar oleh kita, maka kita
secara sengaja dan tidak sengaja telah ambil bagian dalam menciptakan generasi
yang jauh dari kebenaran Firman Tuhan.
Sebaliknya
jika kita berperan dengan mengambil bagian dalam memuridkan para siswa maka
kita sedang mempersiapkan sebuah masa depan, bukan hanya masa depan para siswa
tersebut, tetapi juga masa depan bangsa kita, masa depan kita semua, karena
merekalah yang akan menerima tampuk kepemimpinan pengisi masa depan bangsa.
Penutup
Memuridkan
siswa berarti mempersiapkan masa depan, tidak hanya sebuah masa depan bagi
individu tetapi juga masa depan kita dan bangsa. Memuridkan siswa adalah sebuah
tindakan aktif melakukan gerakan transformasi sebuah bangsa karena para
siswalah yang akan memegang tampuk kepemimpinan bangsa dan merekalah yang akan
mengukir dan mengisi sejarah sebuah bangsa di masa depan. Mari terus memuridkan
demi masa depan yang lebih baik bagi seluruh umat dan bangsa bangsa tercinta.(*
Penulis melayani Pelayanan Siswa di Kediri)
[1] Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus Besar Bahasa
Indonesia Edisi Ketiga (Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan
Nasional, Balai Pustaka, 2003), 41.
[2] Robert
L. Alden, Tafsiran Praktis Kitab Amsal (Malang: SAAT, 2002),
214.
[3] Stephen
Tong, Arsitek Jiwa, (Jakarta: LRII, 1993), 47.
[4] Dr.
Sarlito WS, Psikologi Remaja (Jakarta: Rajawali Pers, 1988), 22.
Kamp
Nasional Pembimbing Siswa 2012


Komentar
Posting Komentar