Pemuridan
Mahasiswa Bagi Transformasi Bangsa
oleh
Berman N.C Silalahi
“Apa
yang sudah saudara lakukan dan apa yang belum saudara lakukan sebagai bentuk
dari peran dan kewajiban saudara sehubungan dengan ketaklukan kepada
pemerintah?” Pertanyaan ini merupakan salah satu pertanyaan yang ada di
dalam buku Pembinaan Dasar bab 12. Untuk pertanyaan ini, kakak KTB saya waktu
kuliah dulu memberikan jawaban yang menarik. Dia menjawab bahwa dia sudah
memuridkan mahasiswa yang menjadi serupa dengan Kristus melalui Kelompok Tumbuh
Bersama (KTB). Jawabannya ini membuat saya bertanya, apa hubungannya Kelompok
Tumbuh Bersama dengan peran dan kewajiban kepada pemerintah? Bukankah jawaban
dari pertanyaan ini seharusnya berbunyi: ‘saya sudah membayar pajak’, ataupun
‘saya selalu mentaati peraturan lalu lintas’? Di dalam penjelasan yang diberikan,
dia mengatakan bahwa ada hal lebih mendasar yang diperlukan oleh bangsa ini,
selain dari tindakan taat kepada hukum, dimana hal mendasar tersebut dapat
dihasilkan oleh orang-orang Kristen, hal tersebut adalah krisis karakter dan
kasih diantara masyarakat dan bangsa ini.
Krisis
Di Dalam Bangsa
Jawaban
yang diberikan oleh kakak KTB saya memang cukup beralasan. Jika kita melihat
kondisi bangsa kita di dalam berita di televisi, koran, ataupun situs berita,
maka kita akan menemukan tiada hari tanpa berita mengenai penangkapan pelaku
korupsi, perampokan, pembunuhan, perkosaan dan berbagai macam berita buruk
lainnya. Bahkan saat ini sangatlah sulit untuk mencari teladan di dalam
kehidupan berbangsa dan bermasyarakat ini. Bangsa ini mengalami krisis dalam
hal karakter yang jujur dan berintegritas. Di tengah kondisi bangsa ini,
masyarakat kita juga sedang mengalami krisis kepercayaan. Masyarakat saat ini
sulit untuk dapat percaya kepada orang lain, bahkan cenderung melihat orang
lain dengan pandangan curiga. Mereka terlalu seringnya mengalami kekecewaan karena
sikap dari para politikus, pemerintah, bahkan dari orang-orang yang mereka
percayai. Masyarakat kita juga cenderung menjadi egois, sehingga kasih diantara
mereka menjadi semakin hambar. Masyarakat kita butuh orang-orang yang dapat
dipercayai dan penuh dengan kasih.
Dampak
Pemuridan
Lalu
apa hubungannya pemuridan dengan kebutuhan bangsa ini? Bill Hull dalam
bukunya, Choose The Life, mendefinisikan pemuridan sebagai
sebuah proses transformasi karakter untuk menjadi semakin serupa dengan
Kristus. Dalam proses ini Kristus menjadi pokok tujuan dan standarnya. Proses
pemuridan ini akan menghasilkan pribadi-pribadi yang telah mengalami
transformasi di dalam aspek pikiran, karakter, relasi, pelayanan dan kuasa
pengaruh (kepemimpinan). Kelima transformasi ini akan membentuk setiap orang
yang dimuridkan menjadi pribadi dengan karakter yang sangat berbeda dari
dirinya di masa lalu, dan dari orang-orang disekitarnya, yang tidak mengenal
dan hidup di dalam Allah.
Akan
tetapi, dampak dari proses pemuridan ini bukan hanya dirasakan oleh murid itu
sendiri, melainkan orang-orang yang ada disekitarnya. Hal ini sungguh sangat
mungkin untuk terjadi, karena kelompok pemuridan merupakan sebuah kelompok yang
transformasional, dimana transformasi itu dimulai di dalam dan melalui Kristus,
kemudian akan berdampak pada diri murid itu sendiri, kemudian berdampak kepada
komunitas tempat murid tersebut hidup, sampai kepada masyarakat sekitar dan
serta bangsanya.
Gerakan
Pemuridan Dan Transformasi Bangsa
Orang-orang
dengan karakter yang telah ditransformasikan inilah yang dibutuhkan oleh
masyarakat dan negara kita. Orang-orang yang tidak hidup untuk dirinya sendiri,
melainkan hidup untuk membawa kebaikan bagi sesamanya dan demi kemuliaan Allah.
Orang-orang seperti inilah yang bisa menjadi teladan dan memberi harapan akan
hidup baik dan benar. Orang-orang yang penuh kasih dan ketulusan terhadap
sesamanya. Dengan melihat akan hal ini, maka jawaban yang diberikan oleh kakak
KTB saya di atas menjadi masuk akal dan menjadi solusi yang efektif bagi bangsa
ini. Proses ini akan menjadi lebih efektif lagi jika proses transformasi itu
terjadi di dalam masa mahasiswa, masa dimana mereka membentuk konsep dan cara
pandang diri terhadap segala sesuatu. Di dalam masa pencarian jati diri ini,
kita membawa mereka bertemu dengan Kristus secara pribadi, kemudian memandu
mereka untuk menjalani hidup bersama Kristus dan menjadi semakin serupa dengan
Kristus. Membentuk cara pandang mereka dengan cara Kristus melihat dunia ini.
Sehingga mereka dapat melihat dunia yang sudah rusak ini dengan penuh
pengharapan akan janji pemulihan yang Kristus berikan, serta pemahaman dan
kesadaran akan peran diri dalam proses pemulihan dunia ini. Transformasi hidup
yang semakin serupa dengan Kristus ini akan membentuk mahasiswa Kristen bukan
hanya menjadi sarjana yang tinggi imannya saja. Melainkan juga menjadi sarjana
yang tinggi imannya kepada Allah, dan tinggi pengabdiannya kepada misi Allah
dan juga kepada kesejahteraan sesama. Sehingga pemuridan yang kita kerjakan
bukan hanya bagi diri murid itu sendiri, melainkah juga bagi sesama, bagi
bangsa Indonesia, dan bagi kemuliaan Allah.
(*Penulis
melayani pelayanan mahasiswa di kota Malang)
Foto
Kamp Nasional Mahasiswa 2010


Komentar
Posting Komentar