oleh Yudo Kristanto, S.T.
Permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini baik dalam sistem
pemerintahan, pendidikan, politik, hukum, kesehatan, kemiskinan dan hal-hal
lainnya membawa pergumulan kepada setiap pemuridan yang dikerjakan. Bagaimana
pemuridan yang dikerjakan bisa menghadirkan orang-orang yang menjadi jawaban
bagi setiap permasalahan yang ada, yang hadir bagaikan oase di tengah peliknya
masalah yang dihadapi di negeri ini. Karena tujuan pemuridan yang dikerjakan
adalah menghasilkan murid Kristus yang menjadi pemimpin yang mempunyai karakter
Kristus yang menjadi garam dan terang serta mampu menjadi jawaban dari
permasalahan yang dihadapi bangsa ini. Kegerakan pemuridan yang terus
dikerjakan di sekolah dan kampus dengan menjangkau mahasiswa di setiap bidang
profesi diharapkan mampu menjangkau semua bidang yang ada. Namun yang menjadi
perenungan seberapa besar pemuridan yang dikerjakan dan orang-orang yang
dilayani, setelah menyelesaikan masa kuliahnya dan menjadi alumni berdampak
terhadap permasalahan yang terjadi. Bagaimanakah pemuridan yang diharapkan bisa
turut membangun negeri ini? Ada beberapa hal yang perlu diingat dalam
mengerjakan pemuridan yang ada.
Setia kepada Firman Tuhan
Kualitas seorang murid yang menjadi garam dan terang tidak
muncul begitu saja, dibutuhkan kesadaran dan komitmen untuk mau belajar dan
diajar dalam kebenaran Firman Tuhan. Ketaatan kepada Firman Tuhan, mencintai
Firman dan menghidupi Firman menjadi hal yang harus dikejar sebagai murid
Kristus ketika menghidupi proses pemuridan. Firman Tuhan sebagai satu-satunya
kebenaran yang terus direnungkan dan diaplikasikan dalam hidup iman Kristen
harus menjadi pegangan dari seorang murid Kristus yang menolongnya ketika
menghadapi tantangan bukan hanya ketika dalam kehidupan sebagai mahasiswa namun
juga ketika menjadi alumni yang menghadapi di dunia kerja.
lntegrasi antara iman dan ilmu
Salah satu yang menjadi hasil akhir dari pelayanan mahasiswa
dan pemuridan adalah seorang murid yang sudah dimuridkan selain mereka memiliki
karakter Kristus, mereka juga menjadi orang-orang yang profesional di bidangnya
sesuai dengan bidang studi yang dipelajari di kampus. Bukan hanya belajar namun
juga setiap murid Kristus diarahkan untuk memikirkan hal-hal yang bisa
dikerjakan setelah lulus kuliah. Dari muridmurid Kristus yang sudah dibina
dengan baik inilah yang nantinya diharapkan memegang peran penting di dalam
setiap bidang yang Tuhan percayakan sehingga bisa menjadi jawaban atas setiap
permasalah yang terjadi. Menjadi pribadi yang profesional di bidang kerja serta
memiliki karakter Kristus itulah yang menjadi kerinduan dari setiap pemuridan
yang dikerjakan.
Komunitas yang terus membangun
Komunitas yang sehat yang terus mendorong, membangun,
menegur dan mengarahkan dalam kebenaran Firman Tuhan sangat dibutuhkan dalam
mengerjakan proses pemuridan yang ada. Kelompok-kelompok pemuridan yang
dikerjakan kebanyakan hanya dikerjakan ketika masih dalam dunia mahasiswa,
namun ketika sudah menjadi alumni sudah tidak dikerjakan dan tidak dihidupi,
sehingga tidak heran seringkali ketika mahasiswa memiliki banyak sekali
idealisme-idealisme untuk menjaga integritas hidup namun ketika menjadi alumni
warna yang dihasilkan dari hidupnya tidak ubahnya warna dunia dimana dia hidup
yang seringkali bertolak belakang dengan kebenaran. Alumni seakan-akan tidak
mampu menghadirkan nilai-nilai kekristenan yang sudah diterimanya di mahasiswa.
Setiap murid Kristus yang sudah dibina dan dimuridkan harus tetap memiliki
komunitas yang menolongnya untuk tetap menjaga hidupnya sesuai dengan visi
Kristus yaitu menjadi garam dan terang dunia. Sehingga setiap murid Kristus
yang sudah menjadi alumni dari hasil pelayanan yang dikerjakan baik di sekolah
maupun di kampus masih mempunyai api untuk hidup dalam ketaatan akan Firman
Tuhan dan terus didorong hidup berintegritas dan mampu menjadi jawaban dalam
segala bidang profesi yang Tuhan percayakan.
Kerinduan untuk menghadirkan pemuridan yang kokoh yang mampu
menghasilkan pemimpin yang berkarakter Kristus yang mampu menjadi jawaban atas
permasalahan di negeri ini bukan berarti tidak ada tantangan dan hambatan.
lndividualisme, hedonisme, konsumerisme dan hal-hal lainnya menjadi tantangan
bagi seorang pemimpin kelompok-kelompok pemuridan yang ada untuk terus berdoa
dan berjuang bagaimana mengerjakan proses pemuridan yang Tuhan percayakan.
Selain itu singkatnya waktu perkuliahan sering menjadi hambatan untuk
menghasilkan pemuridan yang kokoh, karena tidak bisa dipungkiri bahwa proses
pemuridan yang dikerjakan membutuhkan waktu dalam hal pembelajaran dan juga
teladan hidup dari seorang pemimpin. Maka dari itu proses pemuridan dan
pembelajaran Firman Tuhan tidak bisa berhenti hanya karena seseorang lulus
kuliah. Seorang murid Kristus juga diharapkan memiliki kehidupan doa yang baik
sehingga selain peka terhadap pimpinan Tuhan yang mengarahkannya mengerjakan
kehendak Tuhan, namun juga peka terhadap kondisi yang ada di sekitarnya.
Kiranya kegerakan pemuridan yang dikerjakan di pelayanan
siswa dan mahasiswa bisa menjadi jawaban untuk setiap permasalahan yang ada di
bangsa ini dan bisa turut membangun negeri. Menyiapkan pemimpin-pemimpin yang
berkarakter Kristus yang profesional di bidangnya yang menjadi garam dan terang
sehingga banyak orang boleh mengenal Kristus melalui hidup mereka. (*Penulis
melayani Pelayanan Mahasiswa di Kediri)
Sumber gambar: www.indonesia-investments.com

Komentar
Posting Komentar