Pemuridan
bagi Transformasi Bangsa
oleh
Robert Musung
Transformasi
bangsa adalah hal besar, karena itu perlu dilakukan dengan kuasa besar meski
dengan cara kecil. Pemuridan adalah caranya dan Tuhan adalah sumber kuasanya.
Transformasi bangsa harus dimulai di dalam lingkup terkecil masyarakat, yaitu
keluarga.
Ul
4:9, 6:6-9, Ul 11:18-20; Ef. 6:1-4; dan Kol 3:20-21 adalah sebagian contoh
tanggungjawab orangtua dan anak-anaknya. Contoh dalam PL adalah kehidupan Daud
dan Salomo (2 Samuel dan 1 Raja-Raja). Daud memuridkan raja berikutnya (Salomo)
yang juga takut akan Tuhan. Memang hidup Salomo tidak sepenuhnya baik, sama
seperti Daud ayahnya; namun justru disinilah terlihat betapa besar kuasa Tuhan
menolong proses pemuridan Salomo. Walaupun tidak tercatat dalam Alkitab proses
pemuridan tersebut, namun dapat dipastikan bahwa Daud menyediakan lingkungan
yang sehat untuk pertumbuhan kerohanian Salomo (keberadaan Natan dan tradisi
pengajaran yang ketat dalam budaya Israel) serta keteladanan Daud terlihat
jelas oleh Salomo (1 Raj. 8). Di PB, kita melihat contoh kehidupan dan
pelayanan Yesus bersama murid-muridNya yang merupakan pencerminan dari
tanggungjawab orangtua terhadap anaknya.
Pemuridan
yang dilakukan di PL dan PB berdampak besar bagi bangsa. Salomo adalah raja
yang membawa Israel ke dalam masa keemasannya, bangsa yang kaya jasmani dan
rohani serta hikmat Salomo terkenal ke penjuru negeri. Murid-murid Yesus
membawa Injil jauh ke penjuru dunia dan menimbulkan dampak besar bagi
perkembangan dan kemajuan dunia. Inilah sebabnya kita harus mengambil bagian
dengan menjadi murid dan juga memuridkan sehingga transformasi bangsa mungkin
dan cepat terlaksana.
Yang
tidak boleh dilupakan adalah peran kuasa Tuhan dalam proses pemuridan. Jika
setiap keluarga dan anggotanya mengalami transformasi rohani karena pemuridan
yang dipenuhi oleh kuasa Tuhan maka adalah sebuah keniscayaan bahwa hal itu
juga membawa transformasi dalam lingkup bangsa.
*Penulis
melayani pelayanan Mahasiswa di Mataram
Komentar
Posting Komentar