Mencipta
Budaya Melalui Pemuridan
oleh
Anthon K. Mapandin, M.Div.
Pemuridan
adalah suatu proses untuk membawa orang dari berpusat pada diri dan beralih
kepada pusat hidup yang baru yaitu Kristus. lni adalah proses yang melibatkan
pengalaman hidup, baik bagi si pembawa maupun yang dibawa. Si pembawa
memberikan pengalaman tentang bagaimana dia beralih dari semua itu, sehingga
menjadi sharing yang hidup dan nyata kepada rekan-rekan yang dimuridkan.
Intinya menghidupi dan menularkannya. Proses ini adalah proses seumur hidup.
Sebuah proses yang membawa manusia untuk secara nyata dan progresif untuk
menghidupi kebenaran-kebenaran Kristen.
Ada
dua konteks dimana kita hadir. Pertama dunia dengan segala permasalahannya.
Kejahatan dan berbagai bentuk disharmoni tumbuh dan berkembang didalamnya.
Akibat dari semua itu manusia yang hidup didalamnya kehilangan rasa nyaman dan
seringkali ingin melarikan diri dari dunia yang seperti ini. Tetapi ke dalam
dunia inilah pengikut Yesus (murid) dipanggil untuk menyatakan Syalom. Konteks
kedua adalah diri dengan segala kerapuhannya. Diri yang ingin terus mengejar
dan menikmati keinginan daging dan keangkuhan hidup. Dalam konteks seperti
pertanyaan "berapa lama lagi ya Tuhan" seringkali muncul akibat
beratnya pergumulan diri yang melilit. Jadi disini kita memiliki panggilan
"ganda". Untuk konteks yang pertama kita dipanggil untuk bermisi,
membawa karya pendamaian yang dilakukan oleh Kristus. Panggilan kedua adalah
panggilan untuk Merupa Dia, junjungan kita yang Agung Yesus Kristus. Panggilan
ini adalah panggilan pemuridan.
Pertanyaannya
mungkinkah pengikut Tuhan bisa berperan? Jawabannya ya dan pasti. Jawaban dan
keyakinan ini bukanlah sebuah kepongahan yang berlebih, tetapi fakta sejarah.
Sejarah dimana Allah bekerja melalui pengikut-Nya yang setia. Iman Kristen
adalah iman yang berakar pada sejarah. Ada dua simpulan sejarah yang bisa kita
lihat bagaimana umat Tuhan memberi arah sejarah ini. Pertama adalah peristiwa
Keluaran. Bagaimana mereka yang menyandang status budak di Mesir bisa terus
bertahan dan memberikan arah dunia ini sampai hari ini. Kedua adalah peristiwa
kebangkitan. Kebangkitan telah mencatat bagaimana sekumpulan pengikut Yesus
yang sangat minoritas ditengah bayang-bayang kekuasaan penguasa Romawi mampu
bertahan dan terus menularkan pengaruh mereka ditengah-tengah tekanan dan
ancaman kehilangan nyawa sekalipun. Dua peristiwa ini yang mengubah sejarah
sampai hari ini. Mengapa bisa terjadi? Dari sekelompok manusia yang secara
manusia tidak mungkin, dengan status sebagai budak sebelumnya, mereka yang
hanya dari kalangan rakyat biasa. Kekuatan apa yang meyebabkan pengaruh mereka
sedemikian hebat dan tak terbendung oleh kekuatan budaya dan militer yang
begitu kuat? Komitmen mereka. Ya komitmen yang sangat kuat untuk mentuhankan
Allah mereka sebagai satu-satunya TUHAN dan Raja dalam hidup mereka.
Lalu
bagaimana dengan murid Tuhan hari ini? Bagaimana pengaruh para pengikut Kristus
bisa berdampak dalam konteks dunia hari ini? Menjawab pertanyaan ini, maka
pertanyaannya murid seperti apa yang dihasilkan pelayanan kampus selama ini?
Ditengah konteks kebutuhan dan harapan yang mereka miliki Pemuridan yang
dibangun dikampus haruslah membawa mahasiswa untuk sungguh memiliki komitmen
yang menTuhankan dan merajakan Kristus diatas segala-galanya. Tanpa itu maka
tidak mungkin kita akan mungkin berbicara tentang pengaruh seperti apa yang
akan kita tawarkan kepada dunia yang sudah terpolusi oleh dosa.
Peran
dan Pengaruh Seperti Apa Yang Diharapkan? Ujian dari pelayanan Pemuridan yang
dikerjakan di kampus adalah ketika mahasiswa masuk dan berperan didalam bidang
studi yang mereka geluti selama ini di kampus. Bidang yang juga sudah terpolusi
oleh dosa. Kualitas seorang murid hasil binaan akan terlihat bagaimana mereka
bekerja dan mempraktekkan ilmu mereka. Jadi dalam dunia kerja inilah mereka
akan berperan dan mengabdikan seluruh talenta dan potensi sebagai seorang
pengikut Yesus. Marthin Luther pernah berkata bahwa kita bekerja bukan saja
sebagai kepedulian untuk memelihara ciptaan, tetapi juga memberinya struktur.
Jadi jika struktur dari seluruh pekerjaan ini sudah rusak, maka panggilan
pengikut Yesus adalah memberinya struktur. Struktur yang dibangun atas dasar
kebenaran Firman Tuhan. Jadi dengan memberinya struktur akan mencipta suatu
budaya, dan budaya yang sudah didamaikan dengan Allah oleh orang-orang yang telah
mengalami dan menikmati Pendamaian Kristus. Berjuang untuk menciptakan dan
membentuk disiplin dalam bekerja, motivasi yang luhur dan yang mau melayani,
etos kerja yang agung dan mulia. Dan semua ini hanya akan terjadi jika murid
yang dihasilkan kampus adalah yang sungguh sudah tidak ada berhala lain dalam
hidup dia selain Kristus.
Jadi
dari mana kita memulai untuk menjangkau dan memberi pengaruh di dunia ini.
Dimulai dari kampus, dimulai dari kelompok pemuridan. Pengikut Yesus seperti
apa yang kita hasilkan. Apakah mereka adalah mahasiswa-mahasiswa yang
men-Tuhankan dan mengalami Dia sebagai satu-satunya sumber kepuasan hidup
mereka. Yang siap mati untuk Tuhan dan kemuliaan-Nya? Jika itu tidak terjadi
maka kita tidak bisa "berbicara lebih jauh" tentang peran dan
pengaruh dalam Republik tercinta ini. (*Penulis melayani Pelayanan Mahasiswa di
Surabaya)

Komentar
Posting Komentar