oleh Akhung Berithel Ina
"Sebab
itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja
memukul"
1
Korintus 9:26
Ketika
melihat gejala ketidakteraturan berupa kamar dan meja kerja yang berantakan
seringkali menjadi "tanda awas" bagi diri saya, karena bisa jadi
sedang ada masalah dengan manajemen hidup saya, di mana kesibukan dan
rutinitaslah yang sedang mengendalikannya.
Tak
jarang dalam pelayanan maupun pekerjaan, kita pun diperhadapkan dengan situasi
seperti pekerjaan kita yang tidak ada habisnya, deadline yang menumpuk, waktu
terasa berjalan begitu cepat, tumpukan buku yang menunggu untuk dibaca, dan
meskipun begitu banyak aktifitas, kita masih saja merasa sedang melakukan
sesuatu yang berarti. Waktu yang ada terasa kurang dan seringkali itu memicu
perasaan bersalah, bahkan membuat kita tidak menyukai diri dan pekerjaan kita.
Namun
jika kita melihat Yesus dalam pelayanan-Nya, tidak pernah sekalipun didapati
Yesus mengeluh kekurangan waktu. Mengapa? Gordon MacDonald memberikan sebuah
analisa menarik, Yesus mengerti akan misi-Nya di dunia ini dan itu menolong Dia
mampu mengukur penggunaan waktu-Nya berdasarkan kepekaan misi-Nya. Yesus
menyisihkan sebagian besar waktu-Nya untuk melatih kedua belas murid yang kelak
akan melestarikan misi-Nya. Dan kepekaan itu diperoleh dan dipertajam melalui
relasi dengan Bapa.
Tanpa
pemahaman akan Misi Allah bagi diri kita secara pribadi, hanya akan membuat
kita menjadi seperti pelari yang berlari tanpa tujuan atau petinju yang sembarangan
memukul, yang berlelah-lelah mengerjakan banyak hal, namun sayangnya, tanpa
arah! Hanya di dalam relasi yang intim dengan Bapa, kita dimampukan dan
diberikan kepekaan untuk terus menyelaraskan irama kehidupan kita di bawah
kehendak Sang Pemilik Hidup. Sebuah keselarasan yang sanggup membawa kuasa dan
dampak bagi pelayanan yang kita kerjakan.
“Kita
tidak perlu mengerjakan semua hal. Namun kita harus mengerjakan semua hal yang
Allah ingin kita kerjakan.”

Komentar
Posting Komentar