Hai
Intelektual Kristen, Dimanakah Kuasamu?
oleh
Berman Silalahi, SE.
Beberapa
waktu lalu saya dan beberapa teman berkesempatan berdialog dengan salah satu
ormas agama yang besar di Indonesia. Di dalam dialog tersebut saya merasa
tertampar dengan kesigapan mereka membentuk dan menghasilkan para intelektual
agar dapat menjadi agen-agen pembaharu dunia atas permasalahan yang ada di
dunia ini melalui penegakan ajaran agama mereka di dunia. Pertemuan ini membuat
saya bertanya kepada diri saya sendiri sudah berapa lamakah kekristenen ada di
Indonesia? Dimanakah para intelektual Kristen di Indonesia saat ini? Adakah
mereka memikirkan permasalahan bangsa ini ataukah mereka merasa nyaman dengan
dunia rohani mereka? Adakah para intelektual ini menangkap hati dari
kekristenan yang mewujudnyatakannya di dalam dunia melalul ilmu yang mereka
tekuni?
Siapakah
lntelektual Kristen itu?
Siapakah
yang dapat disebut intelektual itu? Di dalam sebuah artikel, bapak Yonky Karman
mengatakan bahwa seseorang disebut sebagai intelektual bukan karena gelar
akademis yang dimilikinya, melainkan karena kemampuannya berpikir secara
mendalam dan memberi arah ke mana seharusnya masyarakat bergerak. Kalau begitu
apakah intelektual kristen itu? lntelektual Kristen adalah seorang intelektual
yang hidupnya diubahkan oleh Kristus dan digerakkan oleh Kristus di dalam
seluruh hidupnya dan juga aktivitas intelektualnya. Mereka menyadari, bahwa
sebagai seorang Kristen mereka memiliki tanggung jawab bukan hanya kepada Allah
saja, tetapi juga tanggung jawab mengusahakan kebaikan bagi bangsa dan negara
tempat mereka dilahirkan dan dibesarkan. Dan sebagai seorang intelektual
Kristen mereka menyadari bahwa cara pandang Alkitab merupakan cara pandang yang
tepat dalam memandang permasalahan bangsa ini dan juga sanggup memberikan arah
dan jawaban yang tepat atasnya. Sehingga dia bukan hanya berpikir secara
Kristen (berpola pikir seperti Kristus) tetapi juga bertindak secara Kristen
(seperti Kristus bertindak).
Pemuridan
Yang Menghasilkan lntelektual Kristen
Dari
manakah intelektual Kristen ini dapat dihasilkan? Dari pemuridan yang baik.
Pemuridan yang baik akan mendorong terjadinya pembaharuan di dalam akal budi,
sehingga mereka dapat mengerti apa yang baik dan yang berkenan kepada Allah
(Roma 12: 2); Pembaharuan akal budi dalam diri para murid akan memberikan
perubahan yang mendasar dan signifikan terhadap dasar cara pandang mereka
terhadap dunia. Mereka tidak lagi menjadi pribadi yang egois dan berpandangan
sempit, melainkan memiliki belas kasihan terhadap seluruh manusia dan dunia
yang sudah di rusak oleh dosa. Mereka akan mengasihi dunia, seperti Allah
mengasihi dunia, dan bahkan lebih daripada itu mereka akan berupaya
mewujudnyatakan kasih Kristus itu di dalam tindakantindakan nyata yang
transformatif. Pemuridan juga akan mendorong orang-orang percaya untuk
menaklukkan segala pikirannya kepada Kristus. Mereka akan meletakkan segala
cara pikir dan pemahaman ilmu pengetahuan mereka masingmasing kepada Kristus
untuk dimurnikan dan digunakan seturut dengan kehendak Allah. Mereka yang
memiliki ilmu pengetahuan dan menaklukkan dirinya kepada Kristus ini akan
menyadari adanya hal yang salah, karena pengaruh dosa, di dalam bidang ilmu
mereka, dan kemudian mereka akan berusaha mengkritisi dan memberikan solusi
yang tepat atas kesalahan-kesalahan tersebut. Bukan hanya itu saja, mereka Juga
akan menggunakan ilmu yang telah mereka pelajari untuk menemukan akar
permasalahan dalam dunia ini dan memberikan solusi yang tepat dan utuh atasnya.
Dan akhirnya mereka juga akan memberikan dirinya untuk terlibat langsung di
dalam masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan dunla ini.
Mengapa
Kuasa lntelektual Kristen Tidak Terasa?
Kalau
pemuridan bisa menghasilkan para intelektual Kristen yang peduli terhadap
permasalahan dunia dan dapat memberikan solusi atas semuanya itu, mengapa dunia
masih begini saja? Mengapa kuasanya tidak dapat dirasakan? Bisa jadi, karena
pemuridan kita hanya berfokus pada pembentukan kerohanian pribadi saja.
Pemuridan kita senang mengatasi permasalahan dosa para murid serta menikmati
penyembahan pribadi kepada Allah saja. Sehingga para intelektual yang
dimuridkan hanya berfokus kepada 'bekerja dengan benar' dan 'menjangkau jiwa'
saja, tanpa melatih mereka memikirkan solusi atas permasalahan yang terjadi di
dalam lingkungan disekitarnya. Hal ini bukan berarti 'bekerja dengan benar' dan
'menjangkau jiwa' adalah hal yang sepele. Tetapi, bukankah jangkauan injil
begitu luas, menjangkau segala ciptaan Tuhan di dunia ini. Bukankah dinyatakan
dalam Yohanes 3:16 bahwa Allah mengasihi dunia, ditambah lagi dalam Kolose 1:20
yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada di dalam dunia ini sudah
diperdamaikan dengan diri-Nya. Kita harus bertobat dari pemuridan yang
setengah-setengah ini.
Pemuridan
lntelektual Kristen Bagi Dunia
Jika
demikian, bagaimana seharusnya pemuridan ini dapat menghasilkan intelektual
Kristen yang sejati? Dengan cara memuridkan para mahasiswa agar menjadi serupa
dengan Kristus, di dalam karakter dan tindakan mereka. Penting bagi mereka
untuk mengasihi dunia ini seperti Kristus mengasihi dunia dan berbuat sesuatu
baginya. Karena itu pemahaman akan misi Allah bagi dunia menjadi hal yang
penting untuk dipelajari dan dipahami dengan baik. Agar mereka memahami dengan
baik akan isi hati Allah bagi dunia dan bagi dirinya sendiri. Selain itu
diskusi-diskusi akan masalah-masalah yang ada dalam dunia ini akan sangat
berperan dalam melatih dan mempertajam cara pikir kristen dalam diri para
mahasiswa (kaum intelektual). Di tambah lagi dengan mendorong terjadinya
pengalaman bersentuhan dengan masyarakat dan bergerak di dalam dan bersama
masyarakat akan melatih kepekaan dan jiwa sosial dalam diri mereka. Sehingga
murid-murid yang dihasilkan merupakan gambaran yang utuh akan pribadi Kristus,
kasih Kristus, pemikiran Kristus, dan tindakan kepedulian Kristus bagi indonesia,
dan bagi dunia ini. (*Penulis melayani Pelayanan Mahasiswa Malang)

Komentar
Posting Komentar